Berikut ringkasan kecanggihan (advancements) rokok elektrik/vape yang membuatnya berbeda dari generasi awal:
1) Evolusi generasi perangkat
- Cigalike – bentuk seperti rokok tembakau, daya kecil, rasa & uap terbatas.
- Box mod & sub-ohm – baterai besar (18650/21700), kontrol watt/volt, produksi uap besar.
- Pod system + nicotine salt – kecil, praktis, hisap otomatis (auto-draw), nikotin garam yang lebih halus di tenggorokan sehingga kadar nikotin bisa lebih tinggi.
- Smart/disposable vape – sekali pakai dengan chip pengatur daya, sensor tekanan, bahkan sebagian ada aplikasi Bluetooth, kunci anak (child lock), dan pelacakan puff.
2) Komponen & fitur teknologinya
- Chipset regulasi daya: Menjaga output watt/volt stabil, mencegah “dry hit”.
- Temperature Control (TC): Memakai kawat Ni/Ti/SS, membatasi suhu coil agar rasa konsisten & mencegah overheat.
- Proteksi keselamatan: short-circuit, overcharge, over-discharge, overheat, dan cut-off durasi hisap.
- Coil mesh & keramik: Permukaan lebih luas → rasa lebih kuat & distribusi panas merata, umur coil lebih panjang.
- Sensor & UI: auto-draw tanpa tombol, layar OLED/TFT, mode pintar (smart mode) yang otomatis memilih watt untuk coil tertentu, puff counter, pengaturan kurva daya.
- Airflow yang bisa diatur: dari MTL (mulut ke paru) hingga DTL (langsung ke paru).
- Baterai & charging: Li-ion/Li-Po dengan USB-C, fast charging, pass-through (bisa dipakai sambil dicas).
- E-liquid modern:
- Nicotine salt (sering dengan asam benzoat) → serapan nikotin lebih cepat & sensasi lebih halus.
- Formulasi VG/PG yang dioptimalkan untuk pod/sub-ohm.
- Aplikasi & konektivitas (pada beberapa merk): kustomisasi watt, geofencing (terkunci di area tertentu), “find my vape”, update firmware OTA.
3) Kenapa dianggap “canggih”?
- Deliver nikotin yang konsisten & dapat diprediksi berkat kontrol daya & temperatur.
- User experience dipersonalisasi (mode, airflow, rasa, kadar nikotin).
- Keamanan relatif lebih baik secara elektrikal (bukan berarti aman bagi kesehatan) karena banyak proteksi dalam chip.
- Portabilitas & kemudahan (pod/disposable) tanpa repot isi coil & liquid (untuk sistem tertutup).
4) Batasan & risiko
- Tetap adiktif (nikotin) dan bukan bebas risiko kesehatan: masih ada paparan aerosol, logam berat dari coil, karbonil, dan senyawa iritan lain.
- Data jangka panjang terhadap kesehatan masih terbatas.
- Risiko pada remaja: adiksi nikotin & gangguan perkembangan otak.
- Isu kualitas & regulasi: produk tidak terstandar bisa berbahaya; regulasi berbeda-beda tiap negara.
- Dampak lingkungan: disposable menghasilkan limbah baterai & plastik.
5) Tren ke depan
- Sensor lebih pintar + AI untuk memantau pola pakai & memberi batas otomatis.
- Material coil baru (keramik komposit, mesh generasi lanjut) untuk umur lebih panjang.
- Baterai lebih aman (solid-state / proteksi termal lebih baik).
- Integrasi regulasi: pembatasan kadar nikotin, child-proofing, pelacakan supply chain.
- Produk non-nikotin & personalisasi rasa yang lebih ketat kontrolnya.
Kalau kamu mau, aku bisa jelaskan lebih detail salah satu aspek (misalnya cara kerja nicotine salt, bedanya MTL vs DTL, atau bagaimana chipset mengatur suhu). Mau fokus ke bagian mana?
Berikut ini adalah harga rokok elektrik (vape) yang sedang tren atau umum dijumpai di Indonesia per pertengahan 2025:
🔹 Harga Minimal Eceran (HJE) Berdasarkan PMK 96/2024 (Mulai 1 Januari 2025)
Merupakan harga eceran minimum yang ditetapkan pemerintah untuk produk rokok elektrik:
- Rokok elektrik padat (bubuk tembakau kering): Rp 6.240 per gram (naik ~6%)
- Rokok elektrik cair sistem terbuka (refillable): Rp 1.368 per mL (naik ~22%)
- Rokok elektrik cair sistem tertutup (cartridge/pod): Rp 41.983 per cartridge (naik ~6%)
(Pajakku, Antara News)
🔹 Produk Disposable & Pod Sekali Pakai Populer (SMOPI / Kardinal)
SMOPI (under Kardinal) merilis produk disposable yang banyak diminati:
- KS Quik 800 (~800 hisapan): Rp 98.000
- KS Quik 2000 (~2000 hisapan, isi ulang baterai): Rp 180.000
- KS Quik 2000‑Zero (non‑nikotin): Rp 155.000
- Produk baru KS Lumina segera tersedia dengan harga Rp 315.000 (direncanakan November 2024)
(Neraca)
🔹 Perangkat Pod / Mod Sistem (Devices) – Rentang Harga Umum
Dari hasil listing e‑commerce dan marketplace Indonesia, berikut beberapa harga perangkat vape model pod atau box mod:
- VOOPOO Vinci – mulai dari Rp 375.000
- VGOD Pro Mech – sekitar Rp 225.000
- Tesla Terminator 90W – sekitar Rp 48.000 (!), sangat murah
- Eleaf iStick Pico – Rp 95.000 (kit: Rp 115.500)
- GeekVape AEGIS Pod – Rp 235.000
- Joyetech Zoo Pod – Rp 285.000
- Smoant Battlestar 200W – Rp 300.157
- Smoant Cylon 218W – Rp 1.030.000
(Pricebook)
Catatan: harga ini bisa berbeda di toko-toko lokal atau online, tergantung promo dan stok.
🔄 Perbandingan Ekonomi: Disposable vs Pod System
Menurut diskusi pengguna dari India yang tren serupa di Indonesia:
“Pod system costed me 3.5 k… liquids around 1,000–1,100 for 50 mg nic… replacement pods/coils around 1,5–2 k…”
dan di lain:
“pods systems are more economical… you buy a pod, refill with liquid… nic salts cost 1.5 k for 30 ml…”
(KreditPintar, Reddit, Reddit)
Kesimpulannya, biaya awal untuk pod lebih tinggi, tetapi dalam jangka panjang bisa lebih hemat dibanding disposable, apalagi bila konsumsi rutin.
📊 Ringkasan Tabel Harga (Umum di Indonesia, per pertengahan 2025)
Jenis Vape | Harga Umum | Catatan |
---|---|---|
Disposable (KS Quik 800) | Rp 98.000 | ~800 hisapan |
Disposable (KS Quik 2000) | Rp 180.000 | ~2000 hisapan + isi daya |
Disposable non-nikotin (Quik 2000‑Zero) | Rp 155.000 | Tanpa nikotin |
Pod/Mod Device entry-level | Rp 95.000 – Rp 300.000 | e.g. Eleaf Pico, VOOPOO, GeekVape |
Pod/Mod high-end | Rp 800.000 – Rp 1.030.000+ | e.g. Eleaf Pico X, Smoant Cylon |
ℹ️ Penting untuk Diketahui
- Harga HJE (minimum) di atas digunakan sebagai dasar oleh pemerintah mulai 1 Januari 2025—harga di pasaran tidak boleh lebih murah dari itu (Neraca, Reddit, Pricebook, Pajakku).
- Harga e‑liquid refill (sistem terbuka) minimal Rp 1.368/mL. Jadi, botol 30 mL minimal Rp 41.000+ saja, lebih grosir tentu naik.
- Praktik di pasar kadang berbeda—harga bisa lebih tinggi karena biaya distribusi, pajak lokal, margin toko, fluktuasi kurs, atau merek premium.
✅ Kesimpulan
- Untuk vape disposable yang sedang tren, seperti KS Quik, harga berkisar Rp 98.000–180.000.
- Untuk perangkat pod/mod sistem (non-disposable), harga perangkat saja mulai dari Rp 95.000 dan bisa sampai lebih dari Rp 1 juta.
- Biaya isi ulang (e‑liquid dan cartridge/pod) tergantung sistem; pod bisa lebih hemat dalam jangka panjang, disposables lebih simpel tapi biaya terus menerus.
Mau aku bantu lihat harga spesifik merek atau tipe tertentu? Misalnya pod sistem SP tertentu, mod high‑end, atau e‑liquid 30 mL? kdslot toto
Leave a Reply